LKMM-TPD 2026: Membangun Soft Skill Mahasiswa dalam Kepemimpinan, Keorganisasian, dan Citra Diri

Peserta mahasiswa baru angkatan 2025 mengikuti LKMM-TPD 2026 dengan penuh semangat

Peserta mahasiswa baru angkatan 2025 mengikuti LKMM-TPD 2026 dengan penuh semangat.

 

Tak Hanya Akademik, LKMM-TPD UNWAHAS Fokus Bangun Karakter Mahasiswa

 

Semarang, 11 April 2026 — Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) menggelar kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Pra Dasar (LKMM-TPD) sebagai upaya membentuk karakter dan meningkatkan kemampuan dasar mahasiswa, khususnya dalam aspek kepemimpinan, organisasi, dan komunikasi.

 

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Fakultas Teknik ini diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2025. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan non-akademik yang dibutuhkan di dunia perkuliahan maupun dunia kerja.

 

Dalam sambutan pembukaan, panitia menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Selama ini, mahasiswa cenderung berfokus pada pencapaian akademik, padahal kemampuan komunikasi, kerja sama, dan adaptasi juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan seseorang.

 

“Mahasiswa tidak cukup hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus mampu berkomunikasi dengan baik, bekerja dalam tim, serta memiliki karakter yang kuat,” ujar salah satu penyelenggara dalam sambutannya.

 

Kegiatan LKMM-TPD tahun ini menghadirkan empat pemateri yang membahas berbagai aspek penting pengembangan diri. Materi pertama menyoroti pentingnya soft skill, kepemimpinan, dan kemampuan berpikir kritis sebagai bekal utama dalam menghadapi tantangan. Selanjutnya, peserta diberikan pemahaman mengenai keorganisasian dan manajemen dasar, termasuk fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam menjalankan kegiatan organisasi.

 

Selain itu, keterampilan komunikasi juga menjadi fokus utama dalam pelatihan ini. Mahasiswa diajarkan cara menyampaikan gagasan secara efektif serta pentingnya kemampuan mendengarkan dalam membangun komunikasi yang baik. Tidak kalah penting, materi tentang personal branding turut diberikan guna membantu mahasiswa membangun citra diri yang positif dan percaya diri.

 

Salah satu peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan ini. Ia menilai LKMM-TPD tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan diri di lingkungan kampus.

 

Melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan akademik maupun organisasi. LKMM-TPD juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi mahasiswa yang adaptif, profesional, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.

 


Apa Itu LKMM-TPD dan Mengapa Penting bagi Mahasiswa Baru?

 

 

LKMM-TPD adalah program pembekalan kepemimpinan dasar yang dirancang khusus untuk mahasiswa baru. Program ini hadir untuk menjawab tantangan nyata: banyak mahasiswa yang unggul secara akademik namun belum siap menghadapi dinamika organisasi, komunikasi publik, dan tekanan dunia kerja.


Melalui LKMM-TPD, peserta didorong untuk:

  • Memahami prinsip dasar kepemimpinan dan keorganisasian
  • Membangun personal branding dan citra diri yang positif
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi efektif
  • Membentuk karakter yang adaptif dan profesional sejak dini

 


 

Sambutan Pembukaan: Hard Skill dan Soft Skill Harus Berjalan Beriringan

 

Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Fandy Indra Pratama, S.Kom., M.Kom. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemampuan teknis semata tidak cukup untuk bersaing di dunia kerja yang terus berkembang.

 

"Kemampuan teknis harus diimbangi dengan etika, komunikasi yang baik, dan sikap profesional," ungkap beliau.

 

Beliau mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin sebagai bekal nyata dalam membangun karakter kepemimpinan dan kesiapan berorganisasi.

 

Sambutan Pak Fandy Indra Pratama Kepada Pemateri dan Peserta

Sambutan Bapak Fandy Indra Pratama Kepada Pemateri dan Peserta


 

Empat Pemateri, Empat Perspektif Soft Skill yang Wajib Dikuasai

 

LKMM-TPD 2026 menghadirkan empat pemateri kompeten yang membawakan materi dengan pendekatan praktis dan relevan bagi kehidupan mahasiswa.

 

  1. Penguatan Soft Skill, Kepemimpinan, dan Sifat Kritis — Ibu Fari Katul F., S.ST., M.Kom

    Ibu Farika membuka perspektif peserta dengan data yang cukup mengejutkan: penelitian menunjukkan bahwa soft skill menentukan hingga 80% kesuksesan seseorang, jauh di atas kemampuan akademik semata.Beliau menganalogikan soft skill sebagai "kemasan" dan hard skill sebagai "isi". Keduanya harus seimbang agar mahasiswa mampu mempresentasikan nilai dirinya secara optimal di dunia kerja.

    Ibu Farika juga memperkenalkan lima tipe profil mahasiswa:

    • Kupu-Kupu: Kuliah-Pulang, Fokus kepada akademik dan jarang terlibat dalam organisasi kampus

    • Kura-Kura: Kuliah-Rapat, Aktif Berorganisasi untuk mengash Kemampuan kepemimpinan

    • Kunang-Kunang: Kuliah-Nangkring, Gemar Memperluar pertemanan

    • Kuda-Kuda: Kuliah-Dagang, berorientasi bisnis dan menjalankan usaha sampingan untuk penghasilan tambahan

    • Macan Ternak: Main Cantik Terus Naik, Sangat Memperhatikan penampilan dan gaya hidup selama di kampus

    Refleksi atas tipe diri ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran dan dorongan untuk berkembang.

    Ibu Farika menyampaikan materi LKMM-TPD 2026 HMJTI UNWAHAS

    Ibu Farika menyampaikan materi berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab langsung bersama peserta.


  2. Leadership: Pemimpin yang Melayani, Bukan Sekadar Memerintah — Bahrudin Wahyu Aji Sajiwo, S.I.P.


    Mas Sajiwo memaparkan hakikat kepemimpinan yang berfokus pada integritas dan pelayanan, dengan menegaskan bahwa "menjadi pemimpin itu bukan memerintah" melainkan melayani dan memberikan teladan. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk membangun "super team" alih-alih menjadi "superman" yang bekerja sendirian.

    Beliau memperkenalkan konsep A.K.U sebagai kompas kepemimpinan:

    • Ambisi   : miliki tujuan yang jelas dan terukur
    • Kenyataan : kenali kondisi diri secara jujur dan objektif
    • Usaha    : tanpa privilege, kerja keras dua kali lipat adalah satu-satunya jalan


    Selain itu, mas Sajiwo memberikan pesan kuat mengenai pentingnya karakter dan pola pikir dengan menyatakan bahwa "Satu-satunya yang membedakan kelas dari kebun binatang adalah perilaku dan pikiran penghuninya"

    Mas Sajiwo menyampaikan materi LKMM-TPD 2026 HMJTI UNWAHAS
    Mas Sajiwo menyampaikan materi berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab langsung bersama peserta.

  3. Keorganisasian dan Keterampilan Berkomunikasi — Ghani Al Fatah


    Ghani Al Fatah menguraikan konsep dasar keorganisasian dengan menyatakan bahwa "organisasi paling dasar itu iya tubuh kita" yang memiliki berbagai fungsi yang saling berkoordinasi.

    Mas Ghani menjelaskan fondasi berorganisasi menggunakan kerangka manajemen POAC:
    • Planning   : merancang program kerja secara matang
    • Organizing : mengatur struktur dan pembagian peran
    • Actuating  : menggerakkan seluruh anggota menuju tujuan
    • Controlling: memantau dan mengevaluasi jalannya program


    Selain itu, beliau menekankan pentingnya etika berorganisasi seperti tanggung jawab, disiplin, dan menghargai perbedaan pendapat demi menghindari konflik internal yang tidak produktif.

    Dalam aspek komunikasi, mas Ghani mengajarkan teknik public speaking yang efektif: penguasaan materi, kontrol rasa gugup, penggunaan bahasa tubuh yang tepat, dan kemampuan mendengar secara aktif (active listening).

    Mas Ghani mengingatkan mahasiswa bahwa "komunikasi yang baik bukan tentang siapa yang paling banyak bicara, tapi siapa yang paling dipahami".

    Beliau juga menyoroti pentingnya literasi digital yang mencakup etika dan keamanan agar mahasiswa bijak dalam berinteraksi di ruang Digial.

    Mas Ghani menyampaikan materi berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab langsung bersama peserta.
    Mas Sajiwo menyampaikan materi berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab langsung bersama peserta.

  4. Personal Branding: Citra Diri sebagai Kunci Kesuksesan — Yulia Septiviyana

    Kak Yulia membawa perspektif segar bahwa personal branding bukan tentang pencitraan semata, melainkan proses membangun identitas diri yang autentik dan konsisten — mencakup cara berpakaian, gaya komunikasi, nilai-nilai yang dijunjung, hingga kehadiran digital di media sosial.

    Beliau juga membahas personal branding sebagai kunci kesuksesan yang dibangun melalui sikap, penampilan, dan nilai-nilai unik diri, dengan prinsip utama bahwa "personal branding bukan tentang menjadi orang lain, tapi tentang menjadi versi terbaik dari diri sendiri secara sadar dan konsisten"

    Dalam konteks pengembangan diri, Kak Yulia menekankan bahwa branding yang kuat harus didasari oleh tiga komponen kompetensi sesuai standar KKNI:

    • Pengetahuan (Knowledge): Apa yang benar-benar kita kuasai
    • Keterampilan (Skills): Apa yang mampu kita lakukan secara praktis
    • Sikap (Attitude): Ini adalah poin yang paling ia garis bawahi, dengan menyatakan bahwa "adab itu kan di atas ilmu". Sepintar apa pun seseorang, jika tidak memiliki sikap yang baik, orang lain akan tetap memandangnya rendah


    Selain pembangunan citra Kak Yulia juga menyinggung aspek yang sering diabaikan: kesehatan mental. Kebiasaan membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain di media sosial dapat merusak kepercayaan diri. Solusinya adalah mempraktikkan self-acceptance dan tetap fokus menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

    Kak Yulia menyampaikan materi berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab langsung bersama peserta.
    Kak Yulia menyampaikan materi berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab langsung bersama peserta.

 


 

Peserta Tak Hanya Duduk — Mereka Berkarya!

Salah satu keunggulan LKMM-TPD 2026 dibanding pelatihan konvensional adalah keterlibatan aktif peserta. Sebelum hari H, setiap kelompok telah mengerjakan tugas berupa video kreatif bertema kepemimpinan.

Proses ini melatih banyak hal sekaligus:

  • Kolaborasi dan kerja sama tim lintas anggota kelompok
  • Manajemen waktu dalam menyelesaikan proyek bersama
  • Kreativitas dalam mengemas pesan kepemimpinan secara visual
  • Keberanian tampil dan mempresentasikan karya di depan publik

Kelompok dengan video terbaik mendapatkan reward khusus daripanitia sebagai apresiasi atas kerja keras dan kreativitas mereka.


 

Penutup: Bukan Sekadar Pelatihan, Ini Investasi Masa Depan

 

Rangkaian kegiatan LKMM-TPD 2026 ditutup dengan pengumuman pemenang video terbaik dan sesi foto bersama yang penuh kehangatan. Rasa kebersamaan dan semangat belajar terasa kuat sepanjang acara berlangsung.
 
LKMM-TPD 2026 membuktikan bahwa pembentukan karakter pemimpin tidak harus menunggu jabatan. Prosesnya dimulai sejak hari pertama menjadi mahasiswa — dengan berani berorganisasi, aktif belajar, dan terus mengasah diri.
 
Dari Ruang R-3.03, hari ini lahir langkah pertama pemimpin-pemimpin muda Teknik Informatika yang siap berpikir besar, bertindak nyata, dan memberi dampak positif bagi kampus maupun masyarakat.

 

Suasana LKMM-TPD 2026 di Ruang R-3.03 UNWAHAS

Peserta mahasiswa baru angkatan 2025 mengikuti LKMM-TPD 2026 dengan penuh semangat.

 

 

KLIK LINK DIBAWAH INI UNTUK MENGAKSES DOKUMENTASI

Btn